Isnin, 15 April 2013

Assalamualaikum

Salam syukur atas nama Maha Pencipta,

Coretanku kini berbau sinis, 

Tujuku pada empunya diri,

Sang insani yang hanyut lemas dalam tembolok nikmat duniawi,

Akal si dangkal  diprogram 'total', hanya carian titik kerompongan, ketidaksempurnaan,

Ku sifarkan ruang dinding hatiku, untuk pahatan syukur, tolol ini riak dalam suram sepi yang kelam,

Mohon..ku...harapanku, kilau sedetik itu sang cahaya sinaran tanda,

Tanda di celah rekah ribut yang kabut,

Denting semasa....hanya muntahan puaka sang bibir hamba celopar yang ujub,

Pitis ukiran pandang,

Ukuran kasta, tanda seterunya hamba sama beta,

Hatta keluarga,

Bagaikan terjamin hisab ukhrawi.

 Kutatap perdu petanda sore ini,

Ihsan sang pohon pada si burung untuk bertenggek,

Apa.. burung bin pohonkah... soalan ketololan,

Yaa... itu komformasi yang pasti... jawaban batil si jahil,

Noktah.