Menghuni rumah ditanah berpenghuni, rumah cinta, rumah damaiku, sang rumah kayu, para rumah reput dek anai-anai, namun inilah syurga permai yang damai, sedarku dari lena, apabila sang suria menerobos rekah dan ruang angin, pancaran tepat kearah deria tampak, lelapku lena dalam okestra alam sang cengkerik, angin dan unggas malam, apa mahuku lagi, rumah bagai fantasi nyata duniawi, menghuni rumah di tanah berpenghuni, kau belum tahu dalam isi hati, sejarah rumahku yang tiada mungkin dihuni lagi, tidak lama lagi.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan