Rumput jiwaku hijau, sehijau dedaun dilihat damai, sedamai kicauan unggas, desiran lata menerjah batuan, setenang desiran angin disulam nyanyian cengkerik di malam nyaman, damai kulihat permai, tenang, sunyi namun beerti, begitu yang kurasa kini, usai ku tampal dinding rekah hati yang pernah rebah, kutampal setiap sisi yang pernah dahulu terisi, lalu ku simpul mati, agar tiada lagi yang meresapi untuk mengisi, damai ku telah tersemai walau sehalus benang namun tenang.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan